Home » Sejarah Islam di Indonesia, Umat Muslim Harus Tahu!
Sejarah

Sejarah Islam di Indonesia, Umat Muslim Harus Tahu!

Islam merupakan agama mayoritas yang ada di Indonesia. Walau begitu, Indonesia sebenarnya bukan negara yang berasaskan Islam. Mengingat di negara ini ada 6 agama yang diakui termasuk Islam. Walaupun tidak menerapkan hukum Islam secara menyeluruh sebagaimananya Arab Saudi dan Qatar, namun nafas Sejarah Islam tetap diakui dan diterima dalam hukum positif di Indonesia.

Perkembangan Islam di Indonesia juga memunculkan beberapa teori seperti Teori Gujarat, Persia, dan Mekah. Namun, ada pula teori lainnya yang menjelaskan mengenai perkembangan awal Islam di Indonesia.

Umumnya, perkembangan Islam di Indonesia setelah keruntuhan sejarah kerajaan majapahit, baik dalam agama maupun tradisi terjadi setelah bangsa Indonesia bergaul dengan berbagai bangsa. Hal ini ditandai dengan terjalinnya hubungan dagang antara kawasan Nusantara dengan tetangganya, baik pada Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun Arab.

Lalu, bagaimana sih sejarah awal masuknya Islam di Indonesia? Yuk simak di bawah.

Sejarah Pertama Kali Islam di Indonesia

Sejarah Pertama Kali Islam di Indonesia

Sejarah mencatat bahwa semenjak di awal Masehi, berbagai pedagang dari India dan China sudah punya hubungan dagang dengan penduduk di Indonesia. Walaupun ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, namun banyak ahli yang percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia di abad ke 7 berdasarkan berita China zaman Dinasti Tang.

Berita ini pun mencatat bahwa di abad ke 7 tersebut, ada permukiman pedagang muslim yang berasal dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatera Utara. Sementara pada abad ke 13 Masehi, lebih menunjuk kepada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan – kerajaan Islam yang ada di Indonesia.

Pendapat ini pun didasarkan pada catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa dirinya pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 serta berjumpa dengan orang – orang yang sudah menganut agama Islam. Bukti yang ikut memperkuat pendapat ini adalah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al Saleh yang memiliki angka tahun 1297.

Jika diuritkan dari timur ke barat, Islam pertama kali masuk pada Perlak, bagian Utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu pada daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur.

Islam yang ada di Jawa juga masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa dan ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat di tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.

Lalu di Kalimantan, Islam juga masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman di abad ke 18. Pada hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat, ditemukan pemakaman Islam kuno.

Angka tahun yang tertua di makam – makam itu adalah di tahun 1340 Saka atau 1418 M. lalu di Kalimantan Timur, Islam masuk dari Kerajaan Kutai yang dibawa oleh 2 orang penyiar agama yang berasal dari Minangkabau bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggang Parangan.

Sejarak perkembangan Islam di Indonesia berlanjur hingga Kalimantan Selatan dimana Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib atau ahli khotbah dari Demak.

Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan di sebuah masjid bernama Ki Gede yang berletak di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.

Lalu di Sulawesi, Islam masuk dari raja serta masyarakat Gowa – Tallo. Masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat di Lontara Bilang. Dimana, menurut catatan itu raja pertama yang memeluk Islam adalah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam di tahun 1603.

Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub di abad ke 8.

Sejarah Media Dalam Islam di Indonesia

Media Dalam Islam

Dalam sejarah, dijelaskan pula media dan saluran yang digunakan oleh para pembawa agama Islam ke Indonesia, seperti:

  • Perdagangan

Di taraf permulaan, saluran Islamisasi adalah perdagangan. Kesibukan perdagangan di abad ke 7 sampai dengan ke 16 M membuat para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India turut mengambil bagian ke dalam perdagangan dari negeri – negeri Barat, Tenggara, dan Timur Benua Asia. Inilah yang menjadi tanggal Islam ada di Indonesia. Media Islamisasi melalui perdagangan juga dinilai menguntungkan karena para raja dan bangsawan ikut serta dalam kegiatan perdagangan secara langsung.

  • Perkawinan

Dari segi ekonomi, para pedagang muslim mempunyai status sosial yang lebih baik jika dibandingkan dengan kebanyakan pribumi sehingga penduduk pribumi terutama para putri bangsawan tertarik menjadi istri saudagar. Saat menikah dengan saudagar Islam, proses sebelumnya adalah memeluk agama Islam terlebih dulu. Dari sana, kemudian banyak kampung – kampung, daerah – daerah, serta kerajaan – kerajaan Muslim yang dinikahi oleh keturunan bangsawan.

  • Tasawuf

Salah satu aliran Islamisasi yang dinilai punya peran signifikan dalam penyebaran ajaran Islam adalah tasawuf. Pada konteks penyebaran ajaran Islam di Nusantara, para pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia.

  • Pendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, proses pendidikan serta pengajaran Islam ini sudah berlangsung sejak Islam masuk ke Nusantara. Saat pemeluk agama Islam sudah banyak dan sudah terbentuk komunitas muslim, maka proses pendidikan serta pengajaran Islam tak lagi hanya dilakukan secara informal namun sudah dilaksanakan secara teratur pada tempat – temat tertentu. Umumnya, model pendidikan di masa itu ada dua, yaitu pendidikan langgar dan pendidikan pesantren.

  • Kesenian

Saluran Islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga merupakan tokoh yang peling mahir dalam mementaskan wayang. Sunan Kalijaga sendiri tak pernah meminta upah pertunjukkan namun ia meminta para penontonnya untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, namun di dalam cerita tersebut disispkan ajaran serta nama – nama pahlawan Islam. Kesenian – kesenian lain juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad, dan sebagainya), seni bangunan, dan seni ukir.

  • Politik

Pada Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di sampaing itu, baik di Sumatra maupun Jawa bahkan di Indonesia bagian Timur sekalipun, demi kepentingan politik, kerajaan – kerajaan Islam memerangi kerajaan – kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis pun lalu menarik banyak penduduk kerajaan bukan Islam untuk masuk Islam.

Sejarah Peran Wali dan Ulama Islam di Indonesia

Peran Wali dan Ulama

Menurut sejarah kerajaan Islam di Indonesia, salah satu cara penyebaran agama Islam adalah dengan cara mendakwah. Selain sebagai pedagang, para pedagang Islam yang dulu juga memiliki peran sebasgai mubaligh.

Ada pula mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agama mereka. Penyebaran Islam dari dakwah ini pun berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya.

Pola ini memakai bentuk akulturasi yang merupakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Selain itu, para ulama tersebut juga mendirikan pesantren – pesantren sebagai sarana penddikan Islam.

Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Wali Songo (9 wali). Wali merupakan orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Alahm. Ke 9 wali tersebut antara lain:

  • Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), menyiarkan Islam di sekitar Gresik.
  • Sunan Ampel (Raden Rahmat), menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur.
  • Sunan Drajat (Syarifudin), menyiarkan agama di sekitar Surabaya
  • Sunan Bonang (Makdum Ibrahim), menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang.
  • Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said), menyiarkan Islam di Jawa Tengah.
  • Sunan Giri (Raden Paku), menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku.
  • Sunan Kudus (Jafar Sodiq), menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah.
  • Sunan Muria (Raden Umar Said), menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah.
  • Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.

Budaya Islam

Budaya Islam

Sebagai agama yang sudah sejak dulu ada, Sejarah Islam juga menorehkan budayanya sendiri khususnya islam di indonesia. Budaya tersebut antara lain:

  • Bahasa & adat istiadat

Di Indonesia, telah diketahui bahwa Islam sampai ke Kepulauan Nusantara semenjak abad ke 7 dan berkembang pada abad ke 12 lalu kemudian ke 16. Pada masa ini pun, selain kata serapan, ada juga sistem aksara yang disebut huruf Jawi dan aksara daerah juga tercipta, suatu hal yang sebelumnya tidak ada. Di masa ini pun, bahasa Melayu sebagai lingua franca berpadu untuk mengembangkan kebudayaan Islam pada jazirah ini. Pengaruh Islam, lewat bahasa Arab juga mempengaruhi perkembangan daerah yang ada di Indonesia, seperti bahasa Jawa, Sunda, Bima, Bugis, Lampung, dan Sasak.

  • Arsitektur

Islam sangat mempengaruhi arsitektur bangunan yang ada di Indonesia. Contohnya rumah Betawi yang merupakan bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Di salah satu forum tanya jawab pada situs Era Muslim, disebut bahwa rumah Betawi dengan teras lebar serta memiliki bale – bale untuk tempat berkumpul merupakan salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.

  • Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah Muslim yang bisa ditemukan pada berbagai tempat di Indonesia. Diperkirakan saat ini jumlah masjid dan mushala di Indonesia adalah 600.000 – 800.000 an buah.

Sejarah Islam di Indonesia memang ikut serta dalam membentuk negara ini. Karena itulah, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana sejarah Islam dan bagaimana perkembangan Islam yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.