Home » Pengertian, Unsur, jenis, Prinsip, Hingga Contoh Seni Rupa Terlengkap
Seni

Pengertian, Unsur, jenis, Prinsip, Hingga Contoh Seni Rupa Terlengkap

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap oleh mata serta dirasakan dengan rabaan. Kesan ini terbuat dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan menggunakan acuan estetika.

Bisa disimpulkan bahwa pengertian seni rupa merupakan seni dengan sebagian besar keindahannya mengandalkan kekuatan visual. Dalam bahasa inggris, seni rupa dulunya disebut dengan fine art. Namun, sesuai dengan perkembangan dunia seni modern, istilah fine art ini menjadi lebih spesifik kepada pengertian murni lalu kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

Unsur Seni Rupa

Unsur Seni Rupa
  • Warna: Unsur warna paling banyak dimanfaatkan saat membuat karya seni untuk menkreasikan serta menambah nilai dari karya itu. Selain itu, warna juga bisa membuat karya menjadi lebih berwarna. Warna akan memberikan kesan dan keindahan pada suatu karya seni. Dalam dunia seni, warna terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu primer, sekunder, tertier, analogus, dan komplementer.
  • Titik: Titik merupakan salah satu unsur seni yang cukup mendasar. Karena, setiap ide atau gagasan di saat membuat karya seni pada awalnya akan dituangkan ke dalam media melalui bentuk titik. Karena itulah, titik juga sering kali disebut sebagai bagian atau elemen paling kecil yang ada di dalam seni rupa.
  • Garis: Garis merupakan bentuk penggabungan unsur titik. Dari garis, suatu bentuk atau pola bisa terbentuk. Selain itu, garis juga seringkali dimaknai sebagai goresan pada media seni yang lalu menghasilkan benda, bidang, ruang, tekstur, warna, dan sebagainya. Umumnya, kita mengenal ada beberapa jenis garis. Mulai dari lurus, melengkung, horizontal, vertikal, diagonal, putus – putus, dan lain – lain. Di dalam seni rupa ini, penggunaan jenis garis tertentu bisa memberikan kesan tersendiri untuk karya seni. Garis juga menjadi unsur kuno yang masih dimanfaatkan untuk menciptakan karya seni terapan sampai sekarang, ada 3 karakter garis yaitu garis bias yang terkesan emosional dan kaku, garis tipis yang terkesan lembut, serta garis tebal yang kesannya lebih tegas.
  • Bidang: Unsur bidang adalah hasil dari pengembangan serta penggabungan dari unsur garis. Ciri dari unsur bidang antara lain adalah memiliki dimensi panjang dan lebar. Dari bentuknya, dalam seni rupa dikenal ada beberapa macam bidang datar, yaitu segiempat, segitiga, lingkaran, trapesium, dan lain – lain.
  • Bentuk: Bentuk menjadi bidang atau area dan pola yang terbentuk. Misalnya seperti bentik segitiga, kotak, kubis, lingkaran, dan lain sebagainya.
  • Unsur tekstur: Tekstur menjadi salah satu unsur yang penting dalam seni. Apalagi mengingat seni rupa merupakan seni yang karyanya bisa dinikmati lewat indera pengelihatan dan peraba. Unsur tekstur akan memperlihatkan sifat dari suatu benda seperti kasar, halus, mengkilap, licin, dan sebagainya. Selain itu, adanya tekstur juga seringkali menambah nilai estetika di dalam suatu karya seni rupa.
  • Ruang: Unsur ruang di dalam seni rupa menjadi unsur yang membuat suatu karya terlihat nyata sekaligus semu. Selain itu, unsur ruang juga menjadi unsur yang bisa dirasakan serta dieksplor oleh penikmat seni.
  • Gelap Terang: Gelap terang berkaitan dengan intensitas cahaya dan pencahayaan. Perbedaan gelap dan terang akan menghadirkan kesan mendalam atau perbedaan kontras bagi sebuah karya seni rupa. Unsur gelap terang juga akan membuat suatu karya seni terlihat semakin nyata dan detail.

Prinsip Seni Rupa

Prinsip Seni Rupa
  • Kesatuan: Kesatuan adalah unsur – unsur yang saling berkaitan dengan baik. Keberhasilan dari sebuah seni rupa dimulai dari rancangannya. Karena itulah, seorang seniman bisa melihat terlebih dulu kesatuan di dalam rancangannya.
  • Keseimbangan: Keseimbangan dalam seni rupa bisa dilihat dari 4 poin, yaitu simetris, asimetris, radial / sentral, dan kesan yang diberikan. Keseimbangan ini didapatkan dari pengelompokkan objek kecil di antara benda besar, penggunaan banyak warna terang dengan sebuah objek berwarna gelap, dan sebagainya.
  • Irama / Ritme: Di dalam sebuah karya seni, irama atau ritme bisa berupa pengulangan bentuk, warna, atau motif. Pengulangan ini sifatnya bebas untuk dilakukan sesuai dengan selera sang seniman. Irama perubahan dari besar ke kecil disebut progresif sedangkan sebaliknya disebut mengalun. Irama dengan pengulangan bentuk, ukuran, dan warna yang sama disebut repetitif.
  • Pusat Perhatian: Prinsip ini merupakan dominasi untuk menampilkan atau menonjolkan sesuatu di dalam suatu karya seni. Pusat perhatian bisa ditunjukkan lewat bentuk, warna, atau gerak. Misalnya, warna cerah di sekeliling warna gelap.
  • Kontras: Prinsip ini bisa dicontohkan dengan lukisan yang mempunyai susunan warna harmonis ditambah dengan beberapa warna yang berlainan. Selain itu, kontras di dalam seni juga bisa berupa 2 unsur yang saling tumpang tindih. Ketidakserasian itu menciptakan harmoni yang saling melengkapi.
  • Proporsi: Proporsi sangat penting untuk menggambarkan bentuk untuk menampilkan benda sesuai dengan aslinya. Umumnya, prinsip proporsi diterapkan dengan membandingkan bagian satu dengan lainnya agar selaras dan enak dipandang.
  • Komposisi: prinsip ini menjadi salah satu dasar keindahan dari karya seni. Komposisi juga berhubungan dengan penyusunan unsur sehingga menjadi teratur. Saat suatu komposisi tepat, maka akan menghasilkan karya seni yang baik sehingga bisa memunculkan sbeuah ekspresi.

Jenis / Aliran Seni Rupa

Jenis / Aliran Seni Rupa

Seni rupa bisa dibedakan berdasarkan ukuran, fungsi, dan waktunya. Berdasarkan ukuran, dibedakan menjadi dua, yaitu seni rupa dua dimensi (panjang dan lebar) serta seni rupa tiga dimensi (panjang, lebar, dan tinggi). Dari fungsinya bisa dibedakan menjadi 2 yaitu seni rupa murni dan terapan.

  • Seni Rupa Murni: Bidang yang mengutamakan cipta, rasa, dan karsa manusia pada sesuatu yang indah untuk mengekspresikan diri. Contoh yang tergolong seni rupa murni antara lain adalah seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi, seni keramik, seni film, dan seni fotografi.
  • Seni Rupa Terapan (Seni Kriya): Bidang yang menciptakan karya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh yang tergolong sebagai seni kriya adalah kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramin, dan kriya rotan.

Contoh Karya Seni Rupa

Contoh Karya Seni Rupa
  • Lukisan: Seni lukis adalah kegiatan pengolahan unsur – unsur seni rupa seperti garis, bidang, warna, dan tekstur di bidang dua dimensi. Kegiatan yang menyerupai seni lukis sudah lama dikenal di Indonesia dan bisa kalian temukan di berbagai pameran seni rupa. Penamaan atau istilah seni lukis datang dari barat yang juga disebut dengan seni lukis tradisional. Contoh karya seni lukis tradisional bisa dilihat dari berbagai daerah di Indonesia seperti seni lukis kaca, kamasan, lukisan kulit kayu, dan lain – lain. Sedangkan seni lukis yang kita kenal sekarang ini dibuat pada kanvas yang bisa dibilang sebagai seni lukis modern.
  • Patung: Seni patung merupakan cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud 3 dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling, atau kasting. Pada setiap benua, seni patung mempunyai bentuk yang berbeda – beda dengan sejarah masing – masing yang juga berbeda. Bahkan, seiring berjalannya waktu di mana seni kontemporer mulai berkembang pesat, patung bisa menjadi semacam seni pertunjukkan.
  • Grafis: Adalah salah satu jenis karya 2 dimensi yang dalam pembuatannya menggunakan teknik cetak. Cara ini bisa dilakukan dengan cara yang modern maupun dengan menggunakan teknologi canggih. Selain itu, teknik cetak grafis juga bisa menggunakan teknik konvensional seperti sablon, monotype, cukil kayu, collagraph, hingga etsa.
  • Pertunjukkan: Pertunjukkan memiliki arti sebagai “sesuatu yang dipertunjukkan seperti tontonan dan pameran. Sedangkan seni pertunjukkan merupakan suatu bentuk sajian seni yang diperlihatkan atau dipertunjukkan kepada khalayak umum atau orang yang banyak oleh pelaku seni atau seniman dengan tujuan untuk memberikan hiburan yang bisa dinikmati oleh para penontonnya.
  • Relief: Merupakan seni rupa murni yang unik karena gambar hasilnya berbentuk 3 dimensi atau yang disebut dengan trimatra. Namun gambar itu dibuat pada bidang 2 dimensi yang disebut dengan dwimatra. Biasanya relief ditemukan di tempat besejarah seperti aspark dan candi. Relief itu biasanya berisikan nilai budaya dan kisah zaman dulu. Selain itu, ada juga nilai agama yang biasa disebarkan melalui relief.
  • Fotografi: Fotografi juga merupakan perpaduan antara teknologi dan seni. Sejarah fotografi tak lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film, gambar bisa diproduksi dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera. Fotografi asalnya dari istilah Yunani yaitu phos yang berarti cahaya dan graphein yang artinya menggambar. Dalam hal ini fotografi bisa dikatakan sebagai kegiatan penyampaian pesan secara visual dari pengalaman yang dimiliki seniman / fotografer kepada orang lain dengan tujuan orang lain mengikuti jalan pikirannya.
  • Film: Film adalah hasil dari proses kreatif berbagai unsur seperti seni musik, suara, rupa, teater, dan teknologi dengan kekuatan gambar sebagai bentuk visualisasinya. Film selain sebagai alat untuk mencurahkan ekspresi bagi penciptanya, juga sebagai alat komunikator yang efektif yang bisa menghibur, mendidik, melibatkan perasaan, memicu diskusi, dan lain – lain.

Itulah penjelasan lengkap mengenai seni rupa mulai dari pengertian hingga contohnya. Jika dilihat secara teliti, sebenarnya kita bisa menemukan seni ini dimana saja. Bahkan, melihat sebuah foto saja sebenarnya sudah merupakan sebuah seni yang kita saksikan. Semoga bermanfaat.

Partner Site

Ayo bergabung dengan situs slot online terbaru untuk bermain game judi online terpercaya menggunakan uang asli yang sangat menguntungkan agar anda bisa cepat kaya raya.